Di restoran yang konon makanannya terkenal enak itu,
seorang pria paruh baya di tempat duduknya memakan udang merah yang
terlihat begitu lezat. Lalu ia mengangkat tangan kanannya, membentuk
angka 0 dan berkata, "MAKNYUSSSSS......" sambil tersenyum.
Ya,
Bapak Bondan Winarno, seorang jurnalis yang kemudian namanya menjadi
begitu terkenal setelah menjadi ikon wisata kuliner di Indonesia baru
saja pulang dipanggil Sang Penguasa Alam. Karya-karyanya semasa beliau
hidup terus akan menjadi warisan budaya yang dikenang banyak orang.
Lepas dari karya-karyanya tersebut, terbesit suatu kisah romantis
mengenai seorang selebriti yang terus menjaga pernikahannya tetap
harmonis bersama sang istri.
Kisah Cinta Bondan dan Yvonne
Bondan
Winarno, lahir di Surabaya, Jawa Timur tanggal 29 April 1950 (meninggal
umur 67 tahun), pertama bertemu dengan belahan jiwanya ketika pada
tahun 1974 diminta tempat ia bekerja untuk pergi ke Belanda. Ia meminta
seorang wanita cantik blasteran bernama Yvonne untuk membantunya dalam
mengurus visa ke Belanda.
Dari pertemuan itu timbulah rasa cinta yang bersemi di antara mereka dan mereka pun akhirnya menikah pada 12 Januari 1975.
Usia pernikahan mereka mencapai 42 tahun sebelum maut akhirnya memisahkan mereka berdua.
Rahasia Keluarga Harmonis Sampai Tua ala Bondan Winarno
Sangat
tidak mudah bagi 2 individu untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama
dengan keinginan, kepribadian dan kebiasaan masing-masing. Dari kisah
cinta Pak Bondan dan Yvonne Winarno, saya menangkap ada sedikitnya 5
poin yang menjadi rahasia rumah tangga harmonis mereka. 5 poin tersebut
terdiri dari 5 huruf:
MDRIT (Memory-Dating-Ritual-Intimacy-Tolerance) yang untuk gampangnya kita sebut saja
Mama Datang Rumah Impian Terkenang.
1. Mama (Memory)
Memori
yang dimaksud di sini adalah kenangan indah yang kita miliki bersama
pasangan. Kita semua pasti memiliki kenangan yang indah bersama pasangan
kita. Indah di sini bukan selalu berarti pengalaman yang menyenangkan.
Pengalaman yang buruk saat kita kenang dapat menjadi memori yang indah (
beautiful memory) yang akan diingat sepanjang masa.
Suatu
hari saat saya dan istri tercinta baru saja menikah, kami masih tinggal
di sebuah kamar kos di Jakarta. Istri saya yang sangat menyayangi saya,
setiap malam membuatkan saya jahe panas untuk meredakan sakit arthritis
yang saya derita. Malam itu seperti biasa ia menggunakan teko air
berpemanas listrik untuk membuatkan saya jahe panas. Sayangnya karena
kurang hati-hati, kakinya terkena colokan listrik teko air tersebut yang
ternyata sangat panas sekali (sepanas elemen pemanasnya). Istri saya
langsung menjerit tetapi ia terus menahan sakit karena di tanggannya
sedang memegang air jahe yang panas itu.
Saya pun segera
menghampirinya dan melihat kakinya yang sudah terluka. Terlihat jelas
melepuh karena luka bakar, dan segera melakukan pertolongan pertama pada
luka bakar tersebut.
Pengalaman singkat, namun bagi saya sangat
berkesan karena mengingatkan saya akan betapa sayangnya dia kepada
saya. Pengalaman kami itu adalah
beautiful memory bagi saya.
Pak
Bondan dan istrinya mengingat kenangan indah mereka saat menikah dengan
mengulang pernikahan mereka di Desa Kanaan, Israel pada 2003 yang lalu.
Memori yang indah perlu dikenang sehingga memberikan kekuatan ekstra
bagi kita untuk lebih menyayangi dan mencintai pasangan kita.
2. Datang (Dating)
Rahasia pernikahan yang langgeng berikutnya adalah
keep dating with your husband/wife (teruslah berkencan dengan suami atau istri Anda).
Berkencan
dengan istri/suami kita adalah suatu investasi yang tidak akan hilang
ditelan krismon. Uang kita habis dimakan inflasi dan saham kita akan
jatuh bebas saat krismon. Tetapi hasil kencan yang konsisten dengan
istri kita membuat keluarga harmonis yang justru akan kokoh saat krisis
datang.
Pak Bondan dan Bu Yvonne terlihat dari foto-fotonya
masih suka pergi berdua (berkencan), ini suatu teladan bagi kita-kita
yang usia pernikahannya dibandingkan beliau masih seumur jagung.
3. Rumah (Ritual)
Agama
apa pun di seluruh dunia pasti punya perayaan. Idul Adha, Idul Fitri
misalnya merupakan perayaan umat Islam yang akan selalu diulang setiap
tahun untuk mengingatkan umatnya akan pentingnya kesucian dan ketaqwaan
pada Tuhan. Natal dan Paskah mengingatkan umat Kristen akan kelahiran
Sang Juru Selamat dan Wafat serta kebangkitan-Nya. Demikian juga Nyepi
dan Waisak. Semua ritual itu diperlukan untuk mengingatkan akan hal-hal
penting dan bermakna bagi umat masing-masing.
Demikian juga
dalam pernikahan. Kita pasti punya tanggal-tanggal penting yang harus
kita rayakan sebagai ritual keluarga. Ulang tahun,
wedding anniversary,
valentine adalah tanggal-tanggal yang penting untuk kita gunakan
sebagai waktu kita bisa mengingat dan mengenang hal-hal yang bermakna
dalam hidup kita, terutama di tengah-tengah kesibukan luar biasa yang
kita harus hadapi setiap hari, yang mana seringkali membuat kita kurang
memperhatikan orang yang paling dekat dengan kita
Ambillah
waktu, persiapkan dengan baik tanggal-tanggal penting tersebut untuk
menjadi ritual cinta kasih antara suami kepada istri, dan istri kepada
suami.
4. Impian (Intimacy)
"Bagaimana
Pak Bondan kok bisa terus HOT sama istrinya ya? Kok tetep romantis?"
jawabannya adalah terletak pada keberhasilan Pak Bondan dan Bu Yvonne
untuk menjaga keintiman mereka.
Keintiman terbangun tatkala
pasangan bisa merasa nyaman satu dengan yang lain, ada rasa percaya dan
rasa sayang serta kagum satu dengan yang lain.
Untuk bisa merasa
nyaman, rasa percaya, rasa sayang dan kekaguman tersebut, kita harus
memiliki interaksi yang positif dengan pasangan kita 5 x lebih banyak
daripada interaksi negatif.
Sebut saja Saori dan suaminya Hideo.
Saat Hideo pulang dengan membawa beban stres dari tempat kerjanya, dia
kurang responsif terhadap Saori yang mengajaknya ngobrol. Itu satu
interaksi negatif. Lalu saat mau makan, ternyata nasinya habis, Hideo
pun dengan kesal membuka lemari dan memasak indomie sendiri di dapur.
Itu sudah 2 interaksi negatif.
Untuk menanggulangi 2 interaksi
negatif tersebut, dibutuhkan 5 x 2 = 10 interaksi positif sehingga
keduanya bisa tetap intim dan nyaman satu dengan yang lain.
Sekarang
kalau misalnya saat Hideo menemukan nasi sudah habis, Saori segera
meminta maaf dan kemudian membuatkan internet (indomie telor kornet) +
keju yang merupakan kesukaan dari Hideo (1). Kemudian Hideo masuk ke
dapur, karena mienya dibuatkan oleh istrinya, ia pun bisa mendengarkan
istrinya menceritakan kejadian hari itu (2). Kemudian sambil makan
malam, Saori menemani Hideo makan dan membelai kepala Hideo (3). Hideo
pun merasa disayang oleh Saori kemudian membagi sedikit internetnya
untuk Saori (4). Saori merasa senang Hideo memperhatikannya, mereka
akhirnya tertawa di tempat makan sambil berbagi internet+keju kesukaan
mereka berdua (5).
(1), (2), (3), (4), dan (5) interaksi positif, membuat rumah (
home)
benar-benar menjadi tempat nyaman bagi pasangan suami istri, sekali pun
ada 1 interaksi negatif karena beban stres yang dibawa oleh Hideo. Di
akhir hari apabila Hideo minta "jatah" ranjang sama istrinya, kira-kira
apa yang akan terjadi? Tentu bisa diduga bukan? Dan bagaimana kalau
dalam cerita di atas Hideo dan Saori tidak melakukan perbaikan
interaksi, akankan hubungan intim yang indah dan menyenangkan itu mereka
nikmati di hari itu?
5. Terkenang (Tolerance)
Pak
Bondan dan Bu Yvonne adalah legenda menurut saya. Mereka berasal dari 2
keluarga yang berbeda. Satu Asia, satu lagi Eropa. Satu kulit coklat
sawo matang, satu lagi kulit putih (bule). 2 budaya yang berbeda menikah
dan menjadi satu. Pak Bondan harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan
yang unik dari istrinya yang berasal dari keluarga asalnya. Demikian
juga Bu Yvonne. Bisa bertahan 42 tahun hingga maut memisahkan diperlukan
toleransi yang begitu besar satu dengan yang lain.
Demikian
juga dalam berbagai hal lainnya. Suami dan istri masing-masing saat
menikah membawa beban dan sampah dari keluarga asal masing-masing.
Mereka membawa juga kebiasaan-kebiasaan buruk masing-masing yang
berpotensi membuat keributan dalam keluarga.
Potensi keributan klasik yang sering terjadi misalnya:
- Istri
berasal dari keluarga yang memiliki PRT (pembantu rumah tangga)
sehingga tidak pernah membersihkan rumah sendiri. Sedangkan suami sejak
kecil sudah dididik mandiri dan membersihkan segala sesuatunya sendiri.
- Suami
berasal dari keluarga patrilinial yang kental, di mana selalu diajarkan
seorang lelaki tugasnya adalah mencari nafkah dan tidak sepantasnya
mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sedangkan istrinya berasal dari
keluarga yang memiliki budaya yang selalu berbagi pekerjaan rumah baik
anak lelaki maupun anak perempuan.
- Suami dan istri beda agama
atau suku yang membuat masing-masing memiliki kebiasaan terkait agama
dan ras yang berbeda (dan terkadang sulit untuk saling memahami ritual
agama pasangannya)
Belum lagi kalau terdapat peran salah satu atau salah dua mertua yang menambah runyam kondisi keluarga kita.
Kunci
dari penyelesaian masalah ini adalah toleransi, yang mana toleransi
yang sehat mengandung komponen kompromi dan negosiasi. Tanpa hal ini
keharmonisan keluarga menjadi sesuatu yang muskil untuk dipertahankan.
Memory -- Dating -- Intimacy -- Ritual -- Tolerance.
Atau
untuk mudah mengingatnya: Mama Datang Impian Rumah Terkenang. Inilah 5
rahasia rumah tangga yang harmonis ala Bondan Winarno.
Enak makan buah-buahan, lebih suka makan bacang.
Berjuang untuk pernikahan, nikmat surga terasa sekarang.
Saya Deny Hen, Salam Pembelajar.