Selasa, 11 Oktober 2016

6 Kanker yang Menyerang Pria

Cegah 6 Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Pria

Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Diagnosa kanker di kalangan pria diperkirakan meningkat sebesar 24 persen pada periode tahun 2010 sampai 2020.
Selain kanker prostat, ada enam jenis kanker lain yang sering menyerang kaum pria, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention. Enam jenis kanker itu adalah kanker ginjal, hati, pankreas, tiroid, testis dan kulit.
Tapi kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya seperti dijelaskan di bawah ini.

Kanker pankreas
Gejala
diabetes yang baru terdiagnosa, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, penyakit kuning, nyeri punggung atau sakit perut.
Pencegahan
Berlatih beban untuk melindungi pankreas Anda. Dalam Journal of Strength and Conditioning Research disebutkan, orang yang melakukan 50 menit latihan resistensi intensitas tinggi selama tujuh minggu, kadar glukosa Puasa mereka turun sekitar 13 mg/dl dalam waktu 10 menit usai latihan.

Kanker hati
Gejala
Penurunan berat badan, tidak ada nafsu makan, pembengkakan perut, mual, muntah, kulit dan mata menguning.
Pencegahan
Jauhi fruktosa. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Hepatology menyebutkan, orang yang minum minuman manis setiap hari, memiliki risiko 61 persen lebih tinggi untuk terkena kanker hati, dibandingkan mereka yang tidak gemar minuman manis.
Lebih baik pilih kopi tanpa gula. Para peneliti di Australia menemukan, bahwa polifenol dalam kopi dapat menekan penumpukan lemak di hati Anda.

Kanker testis
Gejala
Muncul benjolan di testis, sakit di perut bagian bawah atau di skrotum, perubahan ukuran atau bentuk testis.
Pencegahan
Phillip Gray, M.D.,asisten profesor radiasi onkologi di Harvard Medical School mengatakan, taktik pencegahan yang terbaik adalah untuk deteksi kanker sejak dini.
Deteksi dini telah berhasil memermanjang tingkat harapan hidup sekitar lima tahun, untuk semua tahapan penyakit ini, pada 97 persen kasus.
Saat Anda berada di kamar mandi, rabalah testis Anda apakah ada benjolan atau perubahan bentuk. Lakukan ini setidaknya sebulan sekali.

Melanoma
Gejala
Muncul tahi lalat baru atau terjadi perubahan pada tahi lalat lama, dengan bentuk yang tak beraturan dan lebih dari satu warna.
Pencegahan
Penggunaan tabir surya masih merupakan cara pencegahan yang terbaik, kata Julie Russak, M.D., dermatologis di New York City.
Lakukan pemeriksaan tahunan dengan dokter kulit untuk memastikan tahi lalat Anda tidak ganas.

Kanker ginjal
Gejala
Air seni berwarna merah atau merah muda kencing, nyeri punggung di satu sisi, demam yang tidak disebabkan oleh infeksi, benjolan di samping tubuh atau punggung bawah.
Pencegahan
Ada banyak langkah yang dapat Anda lakukan untuk melindungi ginjal. Sebuah studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory menyimpulkan bahwa orang yang berjalan atau berlari selama minimal 2 1/2 jam perminggu dapat menurunkan risiko hingga sebesae 61 persen.
Jaga tekanan darah sistolik Anda tetap di bawah 120. Penelitian dalam jurnal Hypertension menemukan, bahwa pria dengan tekanan darah tinggi 87 persen lebih mungkin untuk meninggal karena kanker ginjal.

Kanker tiroid
Gejala
Muncul benjolan atau pembengkakan di leher, kesulitan menelan, suara serak atau batuk yang tidak juga hilang.
Pencegahan
Bersihkan udara di rumah dengan menggunakan vakum HEPA-filter. Bersihkan debu dengan handuk basah untuk mencegah penyebaran partikel kimia di sekitar Anda.
Periksakan diri ke dokter. Jika dokter berkata Anda perlu melakukan pemeriksaan X-ray atau CT scan, tanyakan apakah MRI atau USG sudah cukup, kata Robert Udelsman, M.D., ahli bedah endokrin Yale Cancer Center.
Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Men's Health,

Cara Instan Menghilangkan Napas Bau Bawang Putih

Cara Instan Menghilangkan Napas Bau Bawang Putih

 Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:10 WIB

Shutterstock Ilustrasi
 http://health.kompas.com/read/2016/10/12/121000323/cara.instan.menghilangkan.napas.bau.bawang.putih
KOMPAS.com - Bawang putih adalah bumbu yang menyedapkan masakan kita, dari yang tradisional hingga makanan moderen seperti garlic bread.
Di sisi manfaatnya untuk kesehatan, bawang punya banyak khasiat. Seperti misalnya menurunkan kadar Kolesterol. Hal yang tak kita sukai dari bawang adalah aromanya yang tak sedap, sulit dan lama hilang, terutama di napas kita.
Ternyata buah apel segar merupakan obat penawar untuk aroma napas bawang tak sedap itu. Alasannya, enzim yang membuat apel yang dikupas jadi kecokelatan merupakan deodoran alami untuk menghilangkan sulfid di dalam bawang putih yang menyebabkan napas bau.
Makan satu apel sehari tak hanya menyehatkan tubuh. Bau napas pun jadi hilang dengan cepat. Anda tak perlu khawatir bicara berdekatan dengan orang lain.
Penulis: Kontributor Health, Dhorothea
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Pure Wow,

Minggu, 26 Juni 2016

Suka Bernyanyi? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan


Suka Bernyanyi? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

SHUTTERSTOCK Banyak orang yang menyanyi saat mandi
KOMPAS.com - Hampir semua dari kita suka menyanyi, minimal di kamar mandi atau di mobil. Anda harus tahu, menyanyi - selain menyenangkan hati, juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Ini dia daftar manfaatnya.


Mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup
Studi menunjukkan, adanya perubahan mood yang positif di antara penyanyi paduan suara. Peneliti menemukan, mereka merasa lebih bahagia, kecemasan dan depresi mereka berkurang, setelah mereka menyanyi di atas panggung.

Mempererat ikatan sosial
Sepanjang sejarah, manusia telah menciptakan musik tetapi para ilmuwan agak bingung mengapa mereka menciptakan musik.
Salah satu teori mengatakan, berbagi pengalaman emosional sangat penting untuk kelangsungan hidup bersama dalam kelompok. Salah satu cara berbagi pengalaman emosional adalah dengan bermusik bersama.
Sebuah studi yang lebih baru menemukan, anggota paduan suara yang baru terbentuk selama satu bulan, merasa lebih dekat satu sama lain, dibanding dengan anggota kelompok seni lainnya yang juga baru terbentuk selama satu bulan.

Meningkatkan kekebalan pada pasien kanker
Jelas bernyanyi tidak akan menyembuhkan penyakit yang mengancam jiwa. Tapi penelitian terbaru menunjukkan benyayi masih menawarkan manfaat.
Peneliti menguji sampel air liur dari sekelompok pasien kanker dan menemukan kadar molekul sistem kekebalan tertentu yang disebut sitokin, meningkat setelah pasien bernyanyi dalam satu paduan suara. Plus, hormon stres mereka turun.

Menyehatkan jantung Anda
Bernyanyi berarti mengatur pernapasan. Saat Anda mengambil napas, detak jantung Anda mulai melambat.
Yoga dan bernyanyi diduga dapat membantu meningkatkan variabilitas detak jantung (ukuran jeda waktu antara detak jantung), demikian menurut sebuah studi tahun 2013.

Mengurangi dengkuran
Dalam sebuah studi yang membandingkan penyanyi paduan suara dan non-penyanyi di London, peneliti menemukan turunnya frekuensi mendengkur secara signifikan di antara kalangan penyanyi.
Bernyanyi rutin akan menguatkan oto-otot saluran udara dan inilah yang menyebabkan kuantias dan kualitas dengkur berkurang banyak.

Membantu penderita asma
Sebuah penelitian ilmiah tahun 2014 menyebutkan, bahwa menyanyi dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi gejala pada penderita asma ringan.
Penelitian ini masih bersifat penelitian awal dan memerlukan penelitian lanjutan. Namun, tak ada salahnya jika mulai sekarang, penderita asma mulai bernyanyi setiap hari. Anda tidak akan rugi karenanya.
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Prevention.com,

Kamis, 16 Juni 2016

Sering Lupa? 6 Penyebabnya


Sering Lupa Tiba-Tiba? Ini 6 Cara Melatih dan Meningkatkan Daya Ingat
Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 22 Nov 2021 09:00 WIB
0 komentar
SHARE

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5820918/sering-lupa-tiba-tiba-ini-6-cara-melatih-dan-meningkatkan-daya-ingat


URL telah disalin

Foto: Getty Images/Goodboy Picture Company
Jakarta - Sering merasa kesulitan ketika mengingat sesuatu hal? Ternyata hal itu bisa dilatih agar kemampuan otak bisa memiliki daya ingat lebih baik.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang jadi mudah lupa. Misalnya faktor keturunan, masalah kesehatan, ataupun gaya hidup.


Untuk itu, diperlukan cara untuk melatih dan meningkatkan daya ingat agar tidak mudah lupa. Berikut caranya merangkum dari laman Healthline.

Baca juga:
14 Kegiatan yang Dapat Meningkatkan & Menurunkan IQ, Jangan Sampai Keliru Ya!

6 Cara Melatih dan Meningkatkan Daya Ingat:

Latih Otak dengan Permainan

Melatih keterampilan kognitif dengan bermain permainan yang mengasah otak adalah cara yang menyenangkan dan efektif untuk meningkatkan daya ingat.


Teka-teki silang, permainan mengingat kata, Tetris, dan bahkan aplikasi online yang didedikasikan untuk pelatihan memori adalah cara terbaik untuk memperkuat memori.


Sebuah penelitian yang melibatkan 42 orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan menemukan bahwa bermain game di aplikasi pelatihan otak selama delapan jam selama periode empat minggu meningkatkan kinerja dalam tes memori.


Ciptakan kebiasaan yang rutin

Mengatur kebiasaan yang akan dilakukan sehari-hari bisa meningkatkan kemampuan mengingat. Misal ketika kita terbiasa membaca buku maka banyak dari tulisan di buku yang bisa diingat tanpa harus sengaja mengingatnya.


Kebiasaan lain seperti menciptakan jadwal kegiatan sehari-hari atau hobi juga bisa membantu meningkatkan daya ingat.


Berolahraga

Olahraga penting untuk kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Penelitian mengatakan bahwa berolahraga bermanfaat bagi otak dan dapat membantu meningkatkan daya ingat pada untuk segala usia, dari anak-anak hingga orang dewasa yang lebih tua.


Misalnya, sebuah penelitian terhadap 144 orang berusia 19 hingga 93 tahun menunjukkan bahwa satu kali olahraga ringan selama 15 menit dengan sepeda stasioner menyebabkan peningkatan kinerja kognitif, termasuk memori.


Tidur Cukup

Tidur memainkan peran penting dalam sebuah proses di mana ingatan jangka pendek diperkuat dan diubah menjadi ingatan jangka panjang.


Penelitian menunjukkan bahwa jika seseorang kurang tidur, maka bisa berdampak negatif pada memori atau daya ingat.


Misalnya, satu penelitian yang mengamati efek tidur pada 40 anak antara usia 10 dan 14 tahun. Satu kelompok anak-anak dilatih untuk tes memori di malam hari, kemudian diuji keesokan paginya setelah tidur malam.


Sedangkan kelompok lain dilatih dan diuji pada hari yang sama, tanpa jeda antara pelatihan dan pengujian.


Hasilnya, kelompok yang tidur antara pelatihan dan pengujian melakukan 20% lebih baik pada tes memori.


Luangkan Waktu untuk Meditasi

Latihan meditasi dapat mempengaruhi kesehatan secara positif dalam banyak hal seperti mengurangi stres, menurunkan tekanan darah dan bahkan meningkatkan memori.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Taiwan yang terlibat dalam praktik meditasi seperti mindfulness memiliki memori kerja spasial yang jauh lebih baik daripada mahasiswa yang tidak berlatih meditasi.

Baca juga:
10 Kebiasaan Mudah untuk Meningkatkan Kecerdasan, Nongkrong Termasuk?

Mengurangi Gula

Makan terlalu banyak gula tambahan dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan dan penyakit kronis, termasuk penurunan kognitif.


Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang penuh gula dapat menyebabkan memori yang buruk dan mengurangi volume otak, terutama di area otak yang menyimpan memori jangka pendek.


Oleh karena itu, mengurangi gula tidak hanya membantu ingatan tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.


Nah, itulah 6 cara melatih dan meningkatkan daya ingat agar tidak mudah lupa. Yuk lakukan mulai sekarang detikers!


Baca artikel detikedu, "Sering Lupa Tiba-Tiba? Ini 6 Cara Melatih dan Meningkatkan Daya Ingat" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5820918/sering-lupa-tiba-tiba-ini-6-cara-melatih-dan-meningkatkan-daya-ingat.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/







Sering Lupa? 6 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Anda sering menggeledah rumah untuk mencari kunci. Atau Anda tiba-tiba tidak bisa mengingat nama guru anak Anda. Anda membuat janji dengan dokter gigi, namun baru ingat tiga sampai enam hari kemudian.
Terdengar akrab? Jangan takut, kebanyakan kasus lupa bukanlah sesuatu yang serius, kata Majid Fotuhi, MD, PhD, pendiri dan ketua medis dari NeurExpand Brain Center di Luterville, MD.
Kurang tidur, obat-obatan tertentu, dan bahkan stres dapat berdampak pada memori Anda. "Untungnya, daya kerrjja otak kita bisa berubah dan ditingkatkan," kata Dr Fotuhi.
"Daya ingat dapat didorong dengan intervensi yang sederhana namun kuat." Berikut adalah hal-hal mengejutkan yang memengaruhi memori Anda, dengan cara yang positif juga dengan cara negatif.

Disfungsional tiroid
Ketika tiroid Anda rusak, Anda mungkin akan merasa terlalu panas, terlalu dingin, cemas, depresi dan daya ingat menurun.
"Meskipun tiroid tidak memiliki peran tertentu dalam otak, kehilangan memori adalah salah satu gejala yang memberitahu bahwa tiroid berhenti berfungsi normal," kata Dr. Fotuhi.
Tiroid adalah sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang ada di sepanjang bagian depan tenggorokan Anda, tiroid mengatur hampir semua proses metabolisme tubuh Anda.
"Orang-orang dengan dengan kadar tiroid tinggi atau rendah, sangat mungkin mengalami kesulitan mengingat dan berkonsentrasi," katanya.

Hot flashes
Hot flash adalah perasaan hangat yang terasa di wajah, leher dan dada. Seringkali diikuti dengan kulit di area-area itu memerah. Saat gejala hot flash datang, mungkin Anda juga akan merasa seperti ada kabut bergulir ke otak Anda.
"Semakin sering seorang wanita mengalami hot flash di masa menopausenya, semakin buruk kemampuannya untuk mengingat nama dan cerita," kata Dr Fotuhi.
"Untungnya, hot flashes tidak merusak otak dengan cara apapun. Memori akan meningkatkan setelah hot flashes mereda.

Kurang tidur
Kurang tidur akan membuat Anda kesulitan mengingat nama rekan kerja baru Anda. "Individu yang kurang tidur atau mengalami gangguan tidur tidak hanya akan menderita gangguan memori, tetapi juga akan merasa kelelahan di siang hari, sulit fokus, dan kecepatan reaksi juga berkurang.

Kecemasan dan depresi
Rasa cemas dapat menganggu memori Anda, menurut beberapa studi ilmiah. "Kami belum mengerti hubungan antara keduanya, tetapi bukti kuat menunjukkan depresi, kecemasan, dan penyakit bipolar mengganggu sirkuit saraf yang terlibat dalam kerja otak dalam mengingat sesuatu," kata Dr Towfigh.
Tingkat keparahan gangguan memori sering mencerminkan keparahan gangguan mood yang diderita pasien. Semakin berat gangguan, semakin parah juga kemampuan mengingat yang kita alami.

Merokok
"Merokok merusak otak dengan cara merusak suplai darah," kata Dr Towfigh. Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry dikumpulkan dari data yang diperoleh dari lebih dari 7.000 pria dan wanita menemukan, penurunan fungsi otak terjadi lebih cepat pada para perokok dibanding dengan orang-orang yang tidak pernah merokok.

Pola makan tinggi lemak
Makanan berlemak tinggi juga dapat menyebabkan masalah memori. Satu studi menunjukkan, bahwa tikus remaja memiliki proses pembelajaran dan memori yang lebih buruk setelah diberi makanan berlemak tinggi selama delapan minggu.
Sementara studi lain pada tikus paruh baya menemukan, bahwa hippocampus (bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori jangka pendek) mungkin sangat rentan terhadap dampak dari diet tinggi lemak.
Penelitian lebih lanjut diperlukan, untuk menentukan dengan pasti apakah pola tinggi lemak juga bisa berdampak pada memori manusia.
Namun yang pasti, pola makan sarat lemak meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular, yang semuanya bisa menyebabkan kerusakan otak.
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: www.health.com,

Selasa, 26 April 2016

Penyakit Berat yang Berkaitan dengan Penyakit Gigi

 http://health.kompas.com/read/2016/04/12/120000623/Penyakit.Berat.yang.Berkaitan.dengan.Penyakit.Gigi?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

Penyakit Berat yang Berkaitan dengan Penyakit Gigi

Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Cobalah Anda berkaca dan memperhatikan gigi atau rongga mulut. Jika Anda mengidap penyakit gusi seperti gingivitis atau periodontitis, maka kemungkinan akan terkena penyakit lain yang lebih serius. Jadi, jangan anggap sepele kesehatan gigi dan mulut.
Berikut empat penyakit yang diduga berkaitan dengan penyakit gigi.
1. Alzheimer
Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, periodontitis atau penyakit gusi yang serius berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif dan memperparah demensia Alzheimer.
Orang yang mengalami periodontitis mengalami penurunan kognitif enam kali lebih cepat dibanding mereka yang tidak. Peneliti percaya, bakteri periodontal yang menyebabkan peradangan gusi bisa mempercepat perkembangan demensia.
2. Stroke
Orang-orang yang mengalami perdarahan intraserebral atau semburan darah ke dalam jaringan otak dimungkinkan memiliki jenis bakteri tertentu di air liur mereka. Seperti ditulis dalam jurnal Scientific Reports, bakteri itu disebut cnm-positif S. mutans.
Menurut studi terbaru, pada orang yang memiliki jenis stroke itu, setelah diperiksa, sebanyak 6 persen positif ada jenis bakteri tersebut. Bakteri itu tak hanya menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti penyakit gusi dan gigi berlubang, tetapi juga dapat mengikat pembuluh darah. Kemudian meresap ke dalam pembatas darah dan otak sehingga menyebabkan perdarahan.
3. Penyakit jantung
Menurut American Heart Association, penyakit gusi memang berkaitan dengan penyakit jantung. Penelitian Universitas Florida yang dipresentasikan dalam American Society for Microbiology menunjukkan, ada bakteri penyebab penyakit gusi yang ditemukan sama dengan di jantung.
Dalam penelitian pada tikus, bakteri dalam mulut yang menyebabkan penyakit gusi juga ditemukan dalam aliran darah tikus. Hal ini menjadi faktor risiko penyakit jantung yang jarang diketahui.
4. Radang sendi
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS Pathogens menunjukkan, kesamaan bakteri yang menyebabkan penyakit periodontal, Porphyromonas gingivalis dan rheumatoid arthritis. Bahkan, bakteri itu disebut dapat memperparah penyakit dan kehancuran tulang rawan.
Para peneliti dari Universitas Louisville percaya, P. gingivalis dapat menghasilkan enzim tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Prevention.com

Selasa, 19 Januari 2016

Kematian Saat Tidur

Mengenal Empat Penyebab Kematian Saat Tidur

 http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160118141322-255-105052/mengenal-empat-penyebab-kematian-saat-tidur/

 Jakarta, CNN Indonesia -- Meninggalnya Panji Hilmansyah (31), putra sulung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Minggu (17/1) meninggalkan tanda tanya. Pasalnya penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti, karena Panji meninggal secara tiba-tiba dalam keadaan tidur.

Asisten Menteri Susi, Fika Fawzia beranggapan bahwa meninggalnya Hilman dikarenakan oleh penyakit jantung.

Menurut dr Hardjo Prawira, Sp.PD.KKV, spesialis penyakit dalam, jantung dan pembuluh dari OMNI Hospital Pulomas, kematian mendadak dalam tidur umumnya dikarenakan kurangnya asupan oksigen.

“Ada dua hal yang bisa menyebabkan hal tersebut, yang pertama dari paru-paru dan yang kedua dari jantung,” kata dr Hardjo, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/1).

Jika penyebabnya paru, menurut dr Hardjo, hal tersebut bisa jadi karena adanya penyumbatan di saluran napas. “Bisa jadi karena lidah terjatuh ke belakang saat tidur telentang sehingga menyebabkan gangguan aliran udara dan penyumbatan,” ujar dia.

Sementara yang kedua adalah karena serangan jantung.

“Serangan jantung ini menyebabkan otot tidak sempat lagi beradaptasi, sehingga tidak bisa memompa darah yang membawa oksigen, akibatnya tubuh kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan kematian,” papar dia.

Lebih lanjut, dr Hardjo menyebutkan jantung hanya bisa bertahan tanpa aliran darah kurang dari tiga jam. “Jika lebih dari itu, otot jantung akan rusak sama sekali dan berhenti memompa. Itu yang kita namakan sudden cardiac death,” ungkapnya.

Meskipun begitu, dr Hardjo mengatakan kendati termasuk kematian mendadak, sudden cardiac death pun tidak datang sekonyong-konyong. Umumnya, hal tersebut diawali penyempitan pembuluh lalu terjadi gangguan irama jantung.

“Ceritanya setelah itu sama. Asupan oksigen tidak cukup dan terjadi kerusakan jantung,” kata dr Hardjo.

 Dia juga menyebutkan beberapa keluhan yang biasanya menyertai serangan jantung dalam tidur. “Sebelumnya, pasti ada keluhan nyeri dada, sesak napas, napas jadi pendek atau pegal punggung,” sambungnya.

Pada beberapa kasus yang sangat parah, pasien bisa merasa seperti tercekik. “Keluhan rasa nyeri bisa menyebar hingga ke leher dan lengan kiri.”

Jika cepat ditangani, keluhan ini bisa diatasi dan serangan jantung bisa dihindari.

“Masalahnya, kebanyakan orang Indonesia kurang waspada. Keluhan-keluhan itu dianggap sepele, dipijat atau dikerok, sudah sehat kembali. Padahal seharusnya diperiksakan ke dokter,” tegasnya.

Selain kekurangan oksigen yang menyebabkan kegagalan jantung dan paru-paru, CNNIndonesia.com juga merangkum empat kemungkinan terbesar yang menjadi penyebab meninggalnya seseorang saat tertidur lelap, yaitu:

Sindrom Brugada

Sindrom ini merupakan jenis abnormalitas elektrik jantung bawaan yang sering menyerang pria dengan usia sekitar 30 tahun saat mereka tertidur lelap. Sindrom ini lebih sering menyerang orang Asia dibanding wilayah lain. Sebelum meninggal, penderita akan terlihat seolah sehat-sehat saja. Bahkan, faktor risiko penyakit jantung koroner mungkin tidak ditemukan dan struktur jantungnya pun normal. Namun, sebenarnya kelainan ini dapat dideteksi dengan elektrokardiografi (EKG) yang berfungsi untuk merekam irama jantung.

Sleep Apnea (Henti Napas)

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya oksigen pada tubuh dikarenakan sumbatan pernapasan saat tidur. Orang yang mengidap Sleep Apnea dapat mengalami henti napas selama 10 detik sampai beberapa menit dan untuk menyebabkan seseorang meninggal, kejadian tersebut akan berulang sebanyak 5 sampai 30 kali dalam satu jam. Sehingga, jantung terpaksa untuk bekerja lebih keras dan pada suatu waktu otak akan berhenti mengirim sinyal pada otot pernapasan. Sleep Apnea sedikit berbeda dengan Sindrom Brugada karena tidak hanya menyerang dewasa muda saja, melainkan manula juga. Tidur mendengkur bisa jadi merupakan gejala dari Sleep Apnea. Obesitas merupakan faktor lain yang mendukung terjadinya Sleep Apnea.

Bangungot

Istilah tersebut berasal dari Filipina dengan bahasa Tagalog, yang mana berarti “mimpi buruk”. Orang Filipina meyakini bangungot disebabkan oleh terlalu banyaknya konsumsi karbohidrat seseorang sebelum ia tidur. Di Filipina, 43 dari 100.000 orang meninggal karena bangungot. Hasil otopsi atas seseorang yang mengalami bangungot sama sekali tidak ditemukan masalah jantung. Masalah yang terjadi adalah kemungkinan terjadinya inflamasi pada pankreas sebagai akibat dari konsumsi karbohidrat yang berlebihan tadi. Hal ini juga berkaitan dengan kelainan irama detak jantung.

“Pada umumnya, penyebab meninggalnya seseorang saat tidur disebabkan oleh masalah pada irama jantung atau disebut juga aritmia fatal yang dapat terjadi pada tiap orang,” jelas Ariesca Ann Soenarto, dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Harapan Kita pada CNNIndonesia.com Senin (18/1).

Penggumpalan Darah

Darah yang membeku tentu dapat menghambat kelancaran peredaran darah pada tubuh manusia, karena darah jadi membentuk gumpalan. Selain itu, dapat pula menghambat sistem kerja di dalam tubuh. Terjadinya penggumpalan darah dapat menjadi bahaya bila terjadi di bagian otak atau jantung. Karena dapat menyebabkan kematian mendadak. Penyebab menggumpalnya darah di otak antara lain adalah penyempitan pembuluh darah di otak, cedera kepala, dan perokok berat

Maka dari itu, memantau kesehatan tubuh secara teratur adalah hal penting yang perlu dilakukan selain menjaganya. Alih-alih menjaga kesehatan tubuh, bisa jadi tiga kemungkinan di atas tidak terdeteksi secara dini dalam tubuh Anda. (les/les)

 

 

Minggu, 03 Januari 2016

Ini 6 Resolusi Sehat Tahun 2016

 

shutterstock Ilustrasi.
KOMPAS.com – Apakah Anda telah membuat daftar resolusi tahun 2016? Jangan lupa untuk memasukkan gaya hidup sehat ke dalam resolusi tahun ini.

Kesehatan tak hanya sekedar menjadi salah satu resolusi, bahkan bisa mendukung pencapaian resolusi lain Anda. Berikut enam resolusi sehat tahun 2016 seperti dikutip dari Medical Daily.

Tidur yang cukupTidur yang cukup mungkin terdengar sebagai resolusi yang sederhana. Akan tetapi, banyak orang sulit menerapkan pola tidur yang sehat.

Tidur sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Orang dewasa rata-rata membutuhkan 7-9 jam per hari untuk tidur.
Menurut National Sleep Foundation, kurang tidur dapat melambat proses berpikir otak. Dampaknya, muncul masalah memori di otak, peningkatan risiko depresi, kurangnya kekebalan tubuh, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.
Untuk mewujudkan pola tidur yang sehat pada 2016, rancanglah kamar tidur Anda lebih nyaman. Hindari suara bising dan cahaya terlalu terang saat tidur.

Pola makan sehat
Banyak orang menjadikan penurunan berat dalam daftar resolusi tahun baru. Memiliki berat badan ideal bukan hanya masalah penampilan, tetapi kesehatan yang jauh lebih penting.

Pola makan yang tidak sehat seperti berlebihan lemak bisa menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga berisiko terkena jenis kanker tertentu.
Untuk itu, mulailah dengan kebiasaan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Hentikan konsumsi minuman berakohol dan merokok. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan. Antioksidan dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh.


Olahraga teratur
Selain menjaga pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik atau olahraga teratur juga sangat penting bagi kesehatan. Berjalan kaki, lari, bersepeda, berenang, yoga bisa menjadi pilihan olahraga yang harus dilakukan rutin pada 2016.
Mulailah dengan membeli sepatu lari atau sepeda untuk menambah semangat Anda menjalankan olahraga sebagai resolusi sehat tahun 2016. Anda juga bisa bergabung dalam kelas kebugaran dan komunitas olahraga.
Olahraga tak hanya membuat tubuh sehat dan bugar, menurut penelitian dari Harvard Medical School, olahraga teratur bisa meningkatkan fungsi otak sehingga mencegah penyakit otak seperti Alzheimer dan Parkinson.


Hindari StresBicara soal sehat tak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Menghindari stres harus menjadi resolusi sehat tahun 2016. Stres bisa menurunkan kekebalan tubuh sehingga membuat seseorang lebih rentan sakit.
Salah satu cara untuk menurunkan stres, yaitu dengan terapi kognitif berbasis kesadaran. Terapi yang telah banyak digunakan di rumah sakit sebagai rehabilitasi ini mengurangi hormon stres pasien.

Praktiknya bisa dengan melakukan meditasi sambil mendengarkan musik yang tenang.

BersosialisasiMungkin Anda bertanya-tanya mengapa bersosialisasi masuk dalam daftar resolusi sehat 2016. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa berbicara dan berkumpul dengan teman atau keluarga baik untuk kesehatan otak.

Penelitian menunjukkan, sosialisasi mampu menangkal penyakit seperti demensia dan Alzheimer.

Dalam penelitian, orang dewasa hingga lanjut usia yang mampu mempertahankan jaringan sosialnya memiliki risiko demensia atau penyakit pikun lebih rendah 26 persen dibanding yang tidak bersosialisasi. Terhubung dengan banyak orang akan membuat seseorang merasa lebih didukung dan dicintai.

Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional tak kalah penting dari kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional mempengaruhi kehidupan seseorang secara keseluruhan. Kecerdasan emosional yang rendah bisa membuat orang sulit mencapai pikiran yang sehat.
Menurut sebuah studi tahun 2010,  kecerdasan emosional sangat berkaitan dengan kesehatan mental. Mengenali emosi sendiri dan mampu mengontrolnya, berempati dengan orang lain adalah cara yang bisa meningkatkan  kesehatan mental.
Penulis: Dian Maharani
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Medical Daily