Selasa, 06 Juni 2017

Sering "Ngorok" dan Mengantuk Saat Siang?

Sering "Ngorok" dan Mengantuk Saat Siang? Waspadai "Sleep Apnea"

 

 http://lifestyle.kompas.com/read/2017/06/06/132000020/sering.ngorok.dan.mengantuk.saat.siang.waspadai.sleep.apnea.

 

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 06/06/2017, 13:20 WIB
 
KOMPAS.com - Mendengkur sepanjang malam tak hanya membuat orang di sekitar terbangun, namun juga menandakan ada masalah serius pada kesehatan Anda. Mendengkur berlebih merupakan gejala dari sleep anea—kondisi henti nafas beberapa kali saat tidur.
Sleep apnea merupakan biang keladi keluhan sakit kepala pada pagi setelah bangun tidur, mengantuk di siang hari dan masalah serius lain seperti tekanan darah tinggi, stroke hingga penyakit jantung.
Standar yang biasa digunakan untuk mendiagnosis sleep apnea adalah polysomnogram. Tes ini merekam aktivitas otak, jantung, tingkat oksigen dan dengkuran. Tes ini tidak menyakitkan, tapi pasien harus bermalam di laboratorium khusus untuk menjalani tes tersebut.
Pemantauan sleep apnea di rumah biasanya cukup sulit untuk mengukur akurasinya. Namun, saat ini ada alat baru yang diklaim menjadi jembatan antara kenyamanan pasien dan akurasi hasil.
Peneliti mengembangkan one-ounce, berupa koyo (patch) berperekat yang dapat mengindentifikasi gangguan sleep apnea.
Setelah diuji coba perangkat pada 174 orang yang memiliki gangguan sleep apnea, hasilnya 87 persen gangguan sleep apnea bisa didiagnosis dengan alat ini dan tes tradisional, polysomnogram.
Studi lain juga menunjukkan 38 dari 39 orang yang menggunakan alat ini berhasil mendiagnosis sleep apnea. Alat ini bisa menghitung tekanan dengkuran, penyerapan oksigen darah, denyut nadi, pernafasan, waktu tidur dan posisi tubuh. Alat one-source ini masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Selain menggunakan alat, kecurigaan memiliki sleep apnea bisa diketahui dari kebiasaan mendengkur, bangun dengan tenggorokan yang terasa berat atau merasa kelelahan meski sudah tidur cukup. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapat pengobatan.
PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorLusia Kus Anna
Sumbermenshealth,

Rabu, 08 Maret 2017

Rutinlah Cek Kondisi Ginjal Jika Punya Faktor Risiko Ini

Rutinlah Cek Kondisi Ginjal Jika Punya Faktor Risiko Ini

Rabu, 01 Maret 2017

Amankah Obat Antihipertensi untuk Kesehatan Ginjal?

 http://health.kompas.com/read/2017/02/23/205300623/amankah.obat.antihipertensi.untuk.kesehatan.ginjal.

Amankah Obat Antihipertensi untuk Kesehatan Ginjal?


JAKARTA, KOMPAS.com - Pasien hipertensi sering kali menghentikan konsumsi obatnya karena takut berdampak buruk pada kesehatan ginjalnya.
Menuru Wakil Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, hal itu adalah anggapan yang keliru.
"Selalu kita tekankan obat anti hipertensi dan jantung tidak merusak ginjal. Justru melindungi ginjal dengan mengontrol tekanan darah," kata Tunggul dalam jumpa pers 11th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension di Jakarta, Kamis (23/2/2017).
Tunggul menjelaskan, berhenti minum obat bisa membuat hipertensi tidak terkontrol dan akhirnya malah merusak ginjal. Pasien dengan hipertensi yang sulit terkontrol memang harus rutin konsumsi obat antihipertensi.
Pasien sering kali menghentikan konsumsi obat ketika merasa sudah sehat. Padahal, tanpa menjalani pemeriksaan, hipertensi bisa saja terus menyerang diam-diam dan memicu komplikasi.
Saat tekanan darah tinggi, pembuluh darah secara perlahan dapat rusak, termasuk pembuluh darah di ginjal. "Kerusakan ginjal bisa jadi gagal ginjal tahap akhir yang membutuhkan dialisis atau cuci darah bila tidak diobati," kata Tunggul.
Berdasarkan data dari Indonesia Renal Registry, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronis yang mengharuskan pasien rutin cuci darah.
Obat antihipertensi diberikan bukan hanya untuk mengontrol tekanan darah, tetapi mencegah komplikasi kerusakan organ lain, seperti jantung, ginjal, dan otak. Bahkan menurut penelitian, pengobatan hipertensi dapat mengurangi terjadinya gagal jantung hingga 50 persen.
Penulis: Dian Maharani
Editor : Bestari Kumala Dewi
TAG:

Kamis, 05 Januari 2017

Ingin Awet Muda? Perhatikan Regenerasi Tubuh


Ingin Awet Muda? Perhatikan Regenerasi Tubuh

http://health.kompas.com/read/2015/10/19/090300923/Ingin.Awet.Muda.Perhatikan.Regenerasi.Tubuh

KOMPAS.com - Setiap hari, ada 432 milyar sel tubuh mati dan berganti dengan sel baru atau beregenerasi. Angka ini hanya perkiraan secara ilmiah, tapi tidak ada yang bisa tahu pasti jumlah tepatnya karena ukuran sel sangat kecil dan berjumlah sangat banyak (60-100 triliun).

Sel-sel sistem pencernaan kita, beregenerasi setiap lima menit. Liver setiap lima bulan dan mampu memerbaiki 25 persen kerusakan sel yang dialaminya, sel kulit berganti setiap empat minggu, jantung setiap enam sampai sembilan bulan. Bahkan, penelitian terbaru menyebutkan ada bagian otak yang sel-selnya juga beregenerasi.

Proses regenerasi sel inilah yang menjadi kunci jika Anda ingin tetap awet muda, luar dan dalam. Tapi sebelumnya, Anda harus tahu dulu bedanya antara degenerasi dengan regenerasi.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa tubuh yang diberikan Tuhan ini memperbarui dirinya setiap hari. Pertanyaannya adalah, apakah sel-sel baru yang terbentuk adalah sel yang sehat atau kurang sehat?


Kualitas sel baru tergantung pada bahan baku sel tersebut. Bahan bakunya adalah makanan Anda setiap hari. Jika makanan Anda berjumlah tepat, sehat, segar maka sel-sel baru yang terbentuk akan menjadi lebih kuat dan sehat dari sel sebelumnya. Inilah regenerasi.

Sebaliknya, jika makanan Anda buruk dan porsinya berlebihan maka sel-sel yang terbentuk akan memiliki kualitas yangrendah. Ini adalah degenerasi.


Ada batas untuk ini tentu saja. Para peneliti memperkirakan bahwa 30 persen dari kesehatan kita ditentukan oleh genetika. Anda dapat melakukan begitu banyak hal dengan 70 persen sisanya. Bahkan ekspresi genetika telah terbukti dipengaruhi oleh lingkungan, yang salah satunya adalah oleh makanan.

Empat penyebab degenerasi

1.  Junk food  alias makanan sampah, biasanya tinggi kalori namun sedikit nutrisi. Junk food juga minim enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan yang sehat. Makanan sampah ini, membebani tubuh terutama liver dengan bahan kimia.
Penelitian oleh tim London University College, menunjukkan bahwa diet tinggi makanan sampah dan olahan meningkatkan risiko depresi dan depresi membuat sel-sel tubuh, terutama otak, menua sebelum waktunya.

2. Gula. Yang dimaksud di sini adalah gula (dengan rangkaian kimia) sederhana. Gula,oleh beberapa ahli kesehatan disebut Pembunuh Putih (white killer). Alasannya antara lain adalah, gula dapat menurunkan kekebalan tubuh. Gula dapat menyebabkan pankreas bekerja keras menciptakan efek roller coaster.
Ketika gula darah tinggi, kita menjadi sangat berenergi dan terlalu bersemangat. Sebaliknya, ketika gula darah rendah maka kita benar-benar merasa lemas dan kelelahan.Gula bersifat sangat adiktif,  tidak mengandung vitamin atau mineral, hanya kalori sehingga konsumsinya yang berlebihan dapat merugikan sel-sel tubuh.


3. Alkohol adalah racun bagi liver, menghabiskan vitamin B dalam tubuh, menekan sistem saraf dan menghalangi kerja sumsum tulang memroduksi sel-sel darah yang segar dan baru. Anda pasti sudah tahu, bahwa darah sangat vital untuk mengedarkan nutrisi ke semua bagian tubuh termasuk ke kulit agar tetap segar dan bercahaya.

4. Kafein dalam jumlah berlebihan. Kafein bersifat diuretic, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Kafein juga bisa menghabiskan tabungan kalsium, magnesium, dan fosfor dalam tubuh.
Pada beberapa orang, kafein juga bisa meningkatkan tekanan darah. Kafein tidak cuma ada di dalam kopi. Satu kaleng coke mengandung sekitar35 mg kafein. Minuman ringan dan minuman bersoda lainnya ada yang mengandung 35-50 mg kafein.

Empat senjata regenerasi

1. Sayuran dan buah segar. Penuh vitamin dan mineral serta merupakan sumber phytochemicals yang bermanfaat melindungi sel-sel tubuh dari penyakit dan penuaan dini. Sayuran dan buah segar adalah senjata nomor satu regenerasi.

2. Biji-bijian utuh. Seperti nasi merah, oats, gandum, gandum hitam, dan quinoa adalah sumber vitamin, mineral, serat, dan beberapa jenis protein yang dibutuhkan untuk bahan bakar pertumbuhan sel.

3. Air putih.  Air diperlukan untuk proses pencernaan, sirkulasi darah supaya pembagian nutrisi ke semua anggota tubuh berjalan lancar. Asupan nutrisi yang baik dan merata adalah syarat utama kulit, mata, rambut, dan dan organ yang sehat. Air juga berguna sebagai pelumas sendi, agar Anda dapat bergerak dengan baik dan lincah.

4. Olahraga, persahabatan, alam dan tidur cukup. Tubuh didesain untuk bergerak agar metabolisme berjalan cepat. Tubuh juga merupakan satu kesatuan dengan pikiran dan perasaan. Sudah banyak studi menyatakan, bahwa persahabatan dan dekat dengan alam dapat meningkatkan kadar kebahagiaan dan menjauhkan seseorang dari stres.

Seperti telah disebut, stres adalah salah satu sebab utama penuaan dini selain pola makan tidak sehat. Itu sebabnya, orang yang sedang stres terlihat tampak lebih tua.
Dan terakhir adalah tidur. Saat tidur, tubuh tidak berhenti bekerja. Di saat itulah regenerasi sel, terutama sel otak, terjadi paling aktif. Orang yang kurang tidur berisiko tinggi menjadi pikun, suatu keadaan yang biasa terjadi pada orang yang telah berusia sangat lanjut.

Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: CARE2,

Rabu, 04 Januari 2017

7 Tanda Aneh yang Dapat Prediksi Penyakit di Masa Depan

7 Tanda Aneh yang Dapat Prediksi Penyakit di Masa Depan


KOMPAS.com - Anda tak perlu bola kristal untuk bisa memprediksi kesehatan Anda di masa depan. Cukup periksa beberapa bagian tubuh, Anda akan mendapat perkiraan akan menderita sakit apa Anda nanti.
Kabar baiknya, semakin dini Anda menemukan tanda-tanda kemunculan suatu penyakit, semakin besar kemungkinan Anda untuk melakukan tindakan pencegahan dengan memeriksakan diri ke dokter dan menerapkan pola hidup sehat.
Periksa: Kuku Anda
Untuk: Lupus
Kuku yang sehat biasanya halus dan bersih. Jika ada warna kemerahan di bawah kuku Anda, itu bisa menjadi tanda lupus.
Lupus adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat diri sendiri. Lupus juga dapat menyebabkan ruam di punggung tangan dan jari, serta bengkak di dasar kuku Anda.
Periksa: Indera penciuman
Untuk: Penyakit Alzheimer
Turunnya kemampuan mencium bau atau aroma, bisa menjadi salah satu tanda-tanda awal penyakit Alzheimer, demikian menurut sebuah studi oleh U.S. National Institute of Neurological Disorders and Stroke.
Perubahan yang terjadi pada sistem penciuman Anda karena Alzheimer, mungkin serupa dengan yang terjadi di daerah lain di otak, tetapi muncul lebih cepat.
Secara bertahap, setelah usia 70 tahun Anda akan kehilangan daya penciuman. Jika Anda kehilangan indera penciuman pada usia lebih muda, diskusikan segera dengan dokter.
Periksa: Tampilan Anda
Untuk: Serangan jantung
Orang-orang yang terlihat lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya, memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah jantung, katapara peneliti di Copenhagen University Hospital.
Dibandingkan dengan orang tanpa tanda-tanda penuaan sebelum usia yang seharusnya (seperti uban, kebotakan, keriput dan deposit Kolesterol di kelopak mata) -orang dengan tiga atau empat tanda-tanda tersebut memiliki risiko penyakit jantung 40 persen lebih tinggi dan risiko serangan jantung 57 persen lebih tinggi.
Jika Anda melihat tanda-tanda penuaan dini, mintalah dokter untuk memeriksa kesehatan jantung Anda dan menghitung faktor risiko yang Anda miliki.
Periksa: Garis rambut Anda
Untuk: Penyakit Tiroid
Ketika tiroid yang adalah kelenjar endokrin berbentuk kupu-kupu di leher, tidak bekerja dengan benar Anda, hal itu memengaruhi hormon di seluruh tubuh Anda.
Salah satunya adalah pertumbuhan rambut. Mungkin Anda juga mengalami perubahan terkait rambut lainnya, seperti rambut menjadi kering atau kasar sebelum mulai rontok.
Pada gilirannya, kerontokan ini dapat membuat garis rambut Anda mundur. Tiroid yang kurang aktif juga dapat menyebabkan penipisan alis dan kelelahan.
Periksa: Mata Anda
Untuk: Penurunan Kognitif
Dalam sebuah penelitian oleh Duke University, orang berusia 38 tahun yang memiliki pembuluh darah vena di mata berukuran lebih besar, memiliki tingkat IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki vena lebih kecil.
Pembuluh darah di mata Anda, sama dalam ukuran, struktur dan fungsinya dengan pembuluh darah di otak Anda.
Maka itu, ukuran minus atau plusnya kacamata Anda, bisa menjadi indikasi adanya penurunan kesehatan otak sebelum akhirnya menjadi demensia.
Periksa: Napas Anda
Untuk: Disfungsi Ereksi
Napas beraroma tak sedap adalah tanda-tanda dari penyakit gusi, yang mungkin berhubungan dengan disfungsi ereksi.
Peneliti Turki menemukan bahwa di antara pria yang berusia antara 30 sampai 40 tahun dengan penyakit gusi yang parah, berisiko tiga kali lebih menderita masalah ereksi daripada pria dengan gusi yang sehat.
Periksa: Pendengaran Anda
Untuk: diabetes
Orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dibanding orang tanpa diabetes, demikian menurut studi Niigata University di Jepang.
Anehnya, penderita diabetes berusia di bawah 60 tahun, malah lebih berisiko dibanding penderita diabetes berusia lebih tua.
Kadar gula darah yang tinggi yang terkait dengan diabetes dapat merusak pembuluh darah di telinga Anda.
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Rodales Organic Life,

Selasa, 11 Oktober 2016

6 Kanker yang Menyerang Pria

Cegah 6 Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Pria

Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Diagnosa kanker di kalangan pria diperkirakan meningkat sebesar 24 persen pada periode tahun 2010 sampai 2020.
Selain kanker prostat, ada enam jenis kanker lain yang sering menyerang kaum pria, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention. Enam jenis kanker itu adalah kanker ginjal, hati, pankreas, tiroid, testis dan kulit.
Tapi kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya seperti dijelaskan di bawah ini.

Kanker pankreas
Gejala
diabetes yang baru terdiagnosa, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, penyakit kuning, nyeri punggung atau sakit perut.
Pencegahan
Berlatih beban untuk melindungi pankreas Anda. Dalam Journal of Strength and Conditioning Research disebutkan, orang yang melakukan 50 menit latihan resistensi intensitas tinggi selama tujuh minggu, kadar glukosa Puasa mereka turun sekitar 13 mg/dl dalam waktu 10 menit usai latihan.

Kanker hati
Gejala
Penurunan berat badan, tidak ada nafsu makan, pembengkakan perut, mual, muntah, kulit dan mata menguning.
Pencegahan
Jauhi fruktosa. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Hepatology menyebutkan, orang yang minum minuman manis setiap hari, memiliki risiko 61 persen lebih tinggi untuk terkena kanker hati, dibandingkan mereka yang tidak gemar minuman manis.
Lebih baik pilih kopi tanpa gula. Para peneliti di Australia menemukan, bahwa polifenol dalam kopi dapat menekan penumpukan lemak di hati Anda.

Kanker testis
Gejala
Muncul benjolan di testis, sakit di perut bagian bawah atau di skrotum, perubahan ukuran atau bentuk testis.
Pencegahan
Phillip Gray, M.D.,asisten profesor radiasi onkologi di Harvard Medical School mengatakan, taktik pencegahan yang terbaik adalah untuk deteksi kanker sejak dini.
Deteksi dini telah berhasil memermanjang tingkat harapan hidup sekitar lima tahun, untuk semua tahapan penyakit ini, pada 97 persen kasus.
Saat Anda berada di kamar mandi, rabalah testis Anda apakah ada benjolan atau perubahan bentuk. Lakukan ini setidaknya sebulan sekali.

Melanoma
Gejala
Muncul tahi lalat baru atau terjadi perubahan pada tahi lalat lama, dengan bentuk yang tak beraturan dan lebih dari satu warna.
Pencegahan
Penggunaan tabir surya masih merupakan cara pencegahan yang terbaik, kata Julie Russak, M.D., dermatologis di New York City.
Lakukan pemeriksaan tahunan dengan dokter kulit untuk memastikan tahi lalat Anda tidak ganas.

Kanker ginjal
Gejala
Air seni berwarna merah atau merah muda kencing, nyeri punggung di satu sisi, demam yang tidak disebabkan oleh infeksi, benjolan di samping tubuh atau punggung bawah.
Pencegahan
Ada banyak langkah yang dapat Anda lakukan untuk melindungi ginjal. Sebuah studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory menyimpulkan bahwa orang yang berjalan atau berlari selama minimal 2 1/2 jam perminggu dapat menurunkan risiko hingga sebesae 61 persen.
Jaga tekanan darah sistolik Anda tetap di bawah 120. Penelitian dalam jurnal Hypertension menemukan, bahwa pria dengan tekanan darah tinggi 87 persen lebih mungkin untuk meninggal karena kanker ginjal.

Kanker tiroid
Gejala
Muncul benjolan atau pembengkakan di leher, kesulitan menelan, suara serak atau batuk yang tidak juga hilang.
Pencegahan
Bersihkan udara di rumah dengan menggunakan vakum HEPA-filter. Bersihkan debu dengan handuk basah untuk mencegah penyebaran partikel kimia di sekitar Anda.
Periksakan diri ke dokter. Jika dokter berkata Anda perlu melakukan pemeriksaan X-ray atau CT scan, tanyakan apakah MRI atau USG sudah cukup, kata Robert Udelsman, M.D., ahli bedah endokrin Yale Cancer Center.
Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Men's Health,

Cara Instan Menghilangkan Napas Bau Bawang Putih

Cara Instan Menghilangkan Napas Bau Bawang Putih

 Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:10 WIB

Shutterstock Ilustrasi
 http://health.kompas.com/read/2016/10/12/121000323/cara.instan.menghilangkan.napas.bau.bawang.putih
KOMPAS.com - Bawang putih adalah bumbu yang menyedapkan masakan kita, dari yang tradisional hingga makanan moderen seperti garlic bread.
Di sisi manfaatnya untuk kesehatan, bawang punya banyak khasiat. Seperti misalnya menurunkan kadar Kolesterol. Hal yang tak kita sukai dari bawang adalah aromanya yang tak sedap, sulit dan lama hilang, terutama di napas kita.
Ternyata buah apel segar merupakan obat penawar untuk aroma napas bawang tak sedap itu. Alasannya, enzim yang membuat apel yang dikupas jadi kecokelatan merupakan deodoran alami untuk menghilangkan sulfid di dalam bawang putih yang menyebabkan napas bau.
Makan satu apel sehari tak hanya menyehatkan tubuh. Bau napas pun jadi hilang dengan cepat. Anda tak perlu khawatir bicara berdekatan dengan orang lain.
Penulis: Kontributor Health, Dhorothea
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Pure Wow,